• 0815-6483-4589
  • info@pjlifoundation.org
  • Loading...
Yayasan Penerus Jaga Laut Indonesia Memberikan Materi Membangun Kemandirian Organisasi Pemuda melalui Inovasi Sosial

Yayasan Penerus Jaga Laut Indonesia Memberikan Materi Membangun Kemandirian Organisasi Pemuda melalui Inovasi Sosial

12 Desember 2025

Penerus Jaga Laut Indonesia Foundation merasa bangga dan bersemangat dapat berbagi materi tentang membangun kemandirian organisasi melalui inovasi sosial kepada generasi muda dalam kegiatan Green Generation di SMAN 2 Balikpapan. Kegiatan ini dilatar belakangi untuk semangati siswa/I SMA N 2 Balikpapan dalam kegiatan pengukuhan Green Generation. keprihatinan bersama terhadap kondisi banyak organisasi pemuda, khususnya organisasi siswa di lingkungan sekolah, yang saat ini mengalami stagnasi bahkan berhenti beraktivitas.

Jika menengok ke belakang, organisasi siswa sejatinya tidak pernah kekurangan ide. Beragam kegiatan kreatif, sosial, hingga lingkungan pernah berjalan secara rutin dan mampu menghidupkan semangat kebersamaan setiap minggunya. Namun, realitas hari ini menunjukkan tantangan yang berbeda. Banyak organisasi siswa seakan kehilangan arah, tidak lagi memiliki inisiatif, dan hanya bergerak ketika ada instruksi dari pembina atau guru sekolah. Akibatnya, organisasi berjalan pasif dan kurang memberikan ruang tumbuh bagi pengembangan karakter serta kepemimpinan anggotanya.

Melihat kondisi tersebut, Sugandi, S.Kel., M.Si dari Penerus Jaga Laut Indonesia foundation, hadir sebagai pemateri untuk memberikan pengetahuan, wawasan, dan motivasi tentang bagaimana organisasi pemuda dapat kembali mandiri, kuat, dan berdaya melalui pendekatan inovasi sosial. Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa organisasi tidak harus selalu menunggu perintah atau bergantung pada anggaran besar untuk bergerak. Yang paling penting adalah kepekaan terhadap permasalahan di sekitar serta keberanian untuk mengubah masalah melalui teknologi atau pun inovasi yang ada untuk menjadi solusi bersama

Sebagai contoh nyata, Sugandi membagikan pengalaman membuat dan pengembangan Bank Mangrove Indonesia yang telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) pada tahun 2024, serta Bank Sampah SPI yang mendapatkan HaKI pada tahun 2025 melalui Sekolah Pantai Indonesia (SPI) Balikpapan. Kedua inovasi sosial ini berangkat dari persoalan lingkungan pesisir, namun berkembang menjadi gerakan yang tidak hanya berdampak secara ekologis, tetapi juga memberikan nilai ekonomi, edukasi, serta penguatan kelembagaan organisasi.

Inovasi sosial terbukti mampu menjadi insentif moral dan struktural bagi organisasi. Tidak hanya menjaga semangat anggota, tetapi juga membangun identitas, tujuan yang jelas, serta membuka peluang keberlanjutan program. Dari sini, organisasi pemuda belajar bahwa kegiatan tidak harus selalu bersifat seremonial, melainkan dapat diwujudkan dalam bentuk aksi nyata yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Oleh karena itu, organisasi siswa di sekolah perlu mulai membangun kembali mental inisiatif dan kepemimpinan kolektif. Organisasi diharapkan mampu:

  • Mengidentifikasi permasalahan di lingkungan sekitar,
  • Mengubah masalah tersebut menjadi program sederhana namun berdampak,
  • Melibatkan anggota secara aktif dan inklusif, serta
  • Membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

Organisasi yang kuat bukanlah organisasi yang selalu menunggu arahan, melainkan organisasi yang mampu berpikir, bergerak, dan bertanggung jawab secara mandiri. Melalui inovasi sosial, pemuda tidak hanya belajar tentang tata kelola organisasi, tetapi juga ditempa menjadi agen perubahan yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Penerus Jaga Laut Indonesia Foundation percaya bahwa pemuda adalah kunci perubahan, dan organisasi merupakan wadah strategis untuk menumbuhkan kepemimpinan, kreativitas, serta kepedulian sosial. Saatnya organisasi pemuda bangkit, menemukan kembali jati dirinya, dan bergerak bersama untuk menciptakan dampak yang lebih besar dan berkelanjutan.